TRADISI SYAWALAN DIDESA KRAPYAK PEKALONGAN DALAM NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL


MAKALAH
TRADISI SYAWALAN DI DESA KRAPYAK PEKALONGAN 
DALAM NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL
Disusun Guna Memenuhi Tugas Ulangan Akhir Semester
Mata Kuliah                :  Sosiologi 
Dosen Pengampu :  Syamsul Bakhri, M. Sos.

    




Disusun oleh :
Khofidhotul Umah (3419037)

KELAS D

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN  ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN 
2020




KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah-Nya dan  karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar tanpa adanya hambatan apapun. Sholawat serta salam saya curahkan kepada baginda kita Nabi SAW yang telah memberikan rahmat. Akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “   TRADISI SYAWALAN DIDESA KRAPYAK PEKALONGAN DALAM NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL”.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya kepada:
  1. Bapak Syamsul Bakhri, M. Sos, selaku dosen pengampu mata kuliah Sosiologi, yang sudah memberikan bimbingan, saran, dan materi yang sudah disampaikan dalam perkuliahan.
  2. Kedua orang tua yang telah mendukung, dan memberikan semangat serta meridhoi kepada saya agar dapat menyelesaikan tugas UAS.
  3. Serta teman-teman teman seperjuangan yang selalu memberi semangat dan dukungan, serta motivasi kepada saya.
          Mudah-mudahan makalah yang penulis buat juga dapat bermanfaat untuk pembaca semua guna menambah wawasan tentang judul yang penulis buat. Saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan tugas makalah nya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Pekalongan, 01 Juni 2020


Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
          Tradisi adalah suatu adat atau kebiasaan yang di lakukan secara turun temurun oleh setiap manusia yang beragama. Terutama dalam agama islam seorang muslim yang telah melakukan puasa dibulan ramadhan akan menemui kemenangan yaitu dibulan syawal atau bisa disebut juga dengan hari raya idul fitri. Semua masyarakat islam akan berbondong-bondong silaturrahmi ke rumah keluarga mereka masing-masing untuk saling memaafkan satu sama lain. Allah SWT juga memuliakan bulan yang penuh dengan ampunan dan memerintahkan semua umat manusia yang beragama islam untuk saling meminta maaf. Yang paling utama adalah meminta maaf kepada kedua orang tua terlebih dahulu.
         Dalam menjalani tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun ke anak cucu. Kita sebagai generasi muda harus melestarikannya dan menjalankannya sesuai tradisi yang sudah berjalan dari tahun ke tahun. Jika kita kaitkan dengan nilai sosial dan norma sosial, karena sangat ada kaitannya dengan norma seseorang dalam menjalin hubungan kepada orang lain. Dalam nilai sosial kita juga bisa menilai perilaku seseorang kepada orang lain. Tradisi syawalan adalah sebuah tradisi yang membutuhkan kerjasama yang melibatkan banyak orang.

Rumusan Masalah
  • Apa Pengertian Nilai Sosial dan Norma Sosial secara luas dan menurut para ahli?
  • Apa saja Ciri-ciri Nilai Sosial dan Norma Sosial?
  • Jelaskan Asal-Usul Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan ?
  • Bagaimana cara penerapan/Keterkaitan Nilai Sosial dan Norma Sosial dalam Tradisi Syawalan? 
  • Tujuan Masalah
  • Untuk mengetahui Pengertian Nilai Sosial dan Norma Sosial menurut para ahli.
  • Untuk mengetahui Ciri-ciri Nilai Sosial dan Norma Sosial.
  • Untuk mengetahui  Asal – Usul Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan .
  • Untuk mengetahui Cara Penerapan/Keterkaitan Nilai Sosial dan Norma Sosial dalam Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan.


BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Nilai Sosial dan Norma Sosial Menurut Para Ahli
          Nilai dapat diartikan  “nilai” tidak asing lagi didengar oleh semua orang karena nilai sering dijadikan sebagai kata untuk melengkapi suatu kaliamat yang sering diperdengarkan. Untuk membuat suatu yang mengacu kepada suatu pertimbangan atau tindakan atau suatu keadaan yang dipakai untuk menilai bahwa itu benar. Dan nilai juga memiliki suatu keindahan atau ketuhanan yang bersifat religiusitas. 
Nilai Sosial merupakan nilai yang sangat penting dan harus ada dalam kehidupan bermasyarakat atau yang ada dalam kelompok masyarakat. Karena,  memiliki daya guna yang sangat baik, keluhuran, dan berfungsi bagi masyarakat. Misalnya: dalam hal tolong menolong, jika kita dapat menolong orang lain maka itu adalah suatu hal yang bernilai berharga.
         Norma Sosial merupakan seperangkat aturan yang sudah melembaga, dapat dipahami masyarakat, dihargai, ditaati, diketahui. Sebuah pedoman yang diambil atau digunakan oleh masyarakat yang berpikir dan berperilaku sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat.
         Nilai Sosial dan Norma Sosial menurut para ahli : 
  • Norma Sosial menurut Giddens adalah suatu norma yang memilki prinsip atau aturan yang nyata atau konkret yang harus diperhatikan oleh warga masyarakat.
  • Norma Sosial menurut Craig Calhoun, Norma adalah aturan atau pedoman yang menyatakan tentang bagaimana seseorang bertindak dalam situasi tertentu.
  • Nilai Sosial menurut Robert M. z. Lawang, Nilai suatu gambaran yang diinginkan, berharga yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai.
  • Nilai Sosial menurut Anthony Giddens, gagasan-gagasan yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang yang daapat dikehendaki, dihargai, layak, dan dapat mengetahui baik buruknya.
  • Ciri-Ciri Nilai Sosial dan Norma Sosial

                Ciri-Ciri Nilai Sosial :

  • Nilai Sosial merupakan nilai yang didapat bukan sejak dari lahir akan tetapi bawaan seseorang ketika sudah berinteraksi sama antar warga masyarakat.
  • Nilai Sosial terbentuk melalui proses belajar (bersosialisasi).
  • Nilai sosial merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.

          Ciri-Ciri Norma Sosial

  1. Umumnya tidak tertulis.
  2. Hasil dari kesepakatan masyarakat.
  3. Warga masyarakat yang sebagai pendukung sangat menaatinya.
  4. Apabila norma dilanggar maka yang melanggar Norma Akan diberikan sanksi. 
  5. Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial, sehingga norma sosial bisa mengalami perubahan.
  • Asal – Usul Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan 
Tradisi Syawalan atau sering disebut dengan perayaan hari ke-7 setelah lebaran hari raya idul fitri yang sayang kita lewatkan. Karena masyarakat pekalongan dan sekitarnya akan berbondong-bondong menyaksikan. Bahkan setiap wilayah pekalongan akan memiliki tradisi syawalan yang berbeda-beda dari utara sampai ke selatan. Karena dalam tradisi syawalan dipekalongan semua nya gratis tidak ditariki biaya sedikitpun, dan tradisi syawalan sudah dilaksanakan secara turun temurun serta bebas untuk umum.
Dalam tradisi syawalan masyarakat bersyukur kepada Allah Swt karena telah melimpahkan rezeki dan nikmat kepada masyarakat pekalongan terutama masyarakat didesa krapyak. Tradisi syawalan  sangat unik-unik dan menarik perhatian pengunjung. dalam tradisi tersebut bertujuan untuk memberikan rasa kesenangan bagi masyarakat krapyak untuk menjalin silaturrahmi dari rumah ke rumah saudara atau tetangga sekitar dan untuk masyarakat yang berkunjung ke tradisi syawalan didesa krapyak.

Tradisi syawalan yang rutin dilakukan oleh masyarakat kelurahan krapyak lor dan krapyak kidul yang berada di kecamatan pekalongan utara yang sudah dilakukan setiap satu tahun sekali dan ternyata sudah dilaksanakan bertahun-tahun silam yaitu sekitar tahun 1885.orang yang pertama kali mendirikan atau mempelopori adanya perayaan syawalan adalah Kyai Haji Abdullah Sirodj. Beliau adalah ulama krapyak yang masih keturunan tumenggung Bahurekso, salah satu Senopati Kerajaan Mataram di Pekalongan.
Menurut Ustad Abdurrochim Umar, salah seorang cucu dari Kyai Haji Abdullah Sirodj. Awal mula nya yaitu ketika KH Abdullah Sirodj rutin melaksanakan puasa syawal yaitu pada hari 2-7 syawal. Bahkan puasa yang dilaksanakan olek KH Abdullah Siradj diikuti juga oleh sebagian masyarakat Desa Krapyak. Yang kemudian akhirnya berita tersebut tersebar atau di dengar oleh masyarakat sekitar desa Krapyak, maka mereka sepakat untuk tidak berkunjung ke Krapyak. Karena walaupun sudah hari raya tetapi mereka tidak berkunjung ke Krapyak untuk bersilaturrohim. Karena demi menghormati tmasyarakat didesa Krapyak yang masih menjalankan puasa syawalan. Suasana didesa Krapyak walaupun sudah lebaran akan tetapi masih terasa suasana ramadhan nya akan terasa lebaran nya nanti pada hari ke-8 dan lebih meriah serta ramai.
Tradisi Syawalan yang ada didesa Krapyak yaitu ada nya gunungan lopis yang digunakan untuk meramaikan tradisi syawalan di Krapyak atau sebagai hidangan untuk para tamu yang bersilaturrohmi atau berkunjung ke Krapyak. Lopis adalah makanan yang terbuat dari ketan, mengapa masyarakat Krapyak menghidangkan lopis sebagai hidangan untuk para tamu bukan ketupat. Karena untuk membedakan pada tanggal 1 syawal dengan tanggal 8 syawal, maka masyarakat Krapyak membuat lopis sebagai pembeda nya. Karena sebagian masyarakat pada tanggal 1 syawal juga akan memasak ketupat sebagai hidangannya. Dulu KH Abdullah Sirodj memilih lopis sebagai simbol atau tanda syawalan untuk desa Krapyak, karena lopis merupakan tanda atau diibaratkan sebagai simbol karena lopis terbuat dari beras ketan yang memiliki daya rekat yang kuat, sehingga makanan lopis ini diibaratkan sebagai lambang persatuan warga. 



  • Cara Penerapan / Keterkaitan Nilai Sosial dan Norma Sosial dalam Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan
          Berawal dari pengalaman saya 2 tahun yang lalu, saya mudik ke pekalongan ketika lebaran hari ke-5. Kemudian setelah saya tinggal disana beberapa hari, saya diajak oleh saudara saya untuk bersilaturrohmi disebuah desa yaitu didesa Krapyak. Ternyata disana sedang melaksanakan sebuah tradisi yaitu tradisi syawalan yang dilakukan setiap setahun sekali dibulan syawwal. Terdapat festival gunungan lopis dan ketika kami bersilaturrahmi dirumah saudara kami disuguhi makanan diantara makanan tersebut ada hidangan makanan yaitu berupa lopis. Dan ketika kami kerumah saudara satu nya lagi juga sama dan seterusnya setiap kami berkunjung disuguhi makanan. Maka dari itu ketika kami mau bersilaturrahmi ke desa Krapyak kami tidak makan terlebih dahulu karena pasti kami akan disuguhi berbagai macam makanan yang membuat saya kenyang dan saudara saya juga.
Dalam analisis saya tentang tradisi syawalan yang ada di Krapyak Pekalongan sangat lah menarik dan unik karena dalam tradisi tersebut dibutuhkan kerjasama sesama warga masyarakat desa Krapyak untuk mensukseskan acaranya. Dan dalam penerapan Nilai Sosial masuk ke dalam :
           Pertama, Nilai keindahan (estetika), yaitu nilai yang bersumber dari perasaan manusia. Yaitu dalam tradisi syawalan di Krapyak suatu acara yang kita inginkan agar berjalan lancar harus membutuhkan kerjasama yang baik jika tidak memiliki kerja sama yang baik maka tidak akan ada acara yang berjalan dengan baik, maka dari itu kerja sama yang kita bangun akan sia-sia. Kedua,   Nilai Moral (kebaikan) yaitu nilai yang berasal dari kehendak atau kemauan sendiri. Dalam tradisi syawalan di Krapyak masyarakat banyak menyumbangkan banyak lopis untuk acara gunungan dan menyediakan dirumah masing-masing untuk hidangan makanan. Ketiga, Nilai Religius yaitu nilai ketuhanan. Dalam tradisi syawalan di Krapyak mereka bersyukur kepada Alloh Swt yang telah melimpahkan rezeki dan nikmat yang berlimpah.
         Penerapan Norma Sosial dalam Tradisi Syawalan di Krapyak Pekalongan. Pertama, Nilai Dominan yaitu nilai yang memiliki kepentingan yang dianggap penting daripada nilai sosial lainnya, sedangkan menurut Koentjoroningratmasuk ke bagian positif: mereka mempunyai sifat saling gotong royong untuk menyelesaikan acara dan mensukseskan dan memiliki kerjasama yang tinggi.



BAB III
PENUTUP


  • Simpulan

Tradisi Syawalan merupakan sebuah adat atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun yang dilakukan setelah menjalan kan ibadah puasa dan ketika sudah memasuki hari raya idul fitri yang biasanya dilakukan pada hari ke-7. Tradisi syawalan yang dilaksanakan didesa Krapyak pekalongan memang sangat unik dan menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.
Tradisi Syawalan yang ada didesa Krapyak yaitu ada nya gunungan lopis yang digunakan untuk meramaikan tradisi syawalan di Krapyak atau sebagai hidangan untuk para tamu yang bersilaturrohmi atau berkunjung ke Krapyak. Lopis adalah makanan yang terbuat dari ketan, mengapa masyarakat Krapyak menghidangkan lopis sebagai hidangan untuk para tamu bukan ketupat. Karena untuk membedakan pada tanggal 1 syawal dengan tanggal 8 syawal, maka masyarakat Krapyak membuat lopis sebagai pembeda nya.
Penerapan Nilai Sosial dan Norma Sosial dalam Tradisi Syawalan didesa Krapyak Pekalongan adalah sebagai berikut:
  1. Kerjasama yang dilakukan masyarakat krapyak untuk mensukseskan acara agar berjalan dengan lancar.
  2. Banyak nya masyarakat yang menyumbangkan makanan lopis sebagai hidangan makanan.
  3. Bersyukur lepada Alloh Swt atas rezeki yang berlimpah dan nikmat yang telah diberikan.
  4. Gotong royong yang sangat erat.






DAFTAR PUSTAKA

https://www.cintapekalongan.com/inilah-5-tradisi-syawalan-di-pekalongan-yang-sayang-untuk-dilewatkan/ ( diakses pada tanggal 03 Juni 2020/ 10: 15)
https://www.matapers-indonesia.com/sejarah-tradisi-lopis-syawalan-di-krapyak-kota-pekalongan/ ( diakses pada tanggal 03 Juni 2020/11:30)
https://usaha321.net/ini-3-klasifikasi-nilai-sosial-menurut-notonegoro-dan-contoh.html ( diakses pada tanggal 03 Juni 2020/ 13:45)
https://www.gurupendidikan.co.id/nilai-dan-norma-sosial/ (diakses pada tanggal 03 Juni 2020/19:20)

Komentar